
USDCAD mencerminkan ketidakpastian pasar menjelang data inflasi AS yang sangat penting dan mendukung proyeksi bullish pasangan ini di level tertinggi di hampir empat bulan, bergerak di kisaran 1,3385-1,3380 pada hari Senin (07/08/2023).

USDCAD mencerminkan ketidakpastian pasar menjelang data inflasi AS yang sangat penting dan mendukung proyeksi bullish pasangan ini di level tertinggi di hampir empat bulan, bergerak di kisaran 1,3385-1,3380 pada hari Senin (07/08/2023).

Para investor dengan cermat menunggu data inflasi upah dan data ketenagakerjaan AS nanti malam hari ini. Data yang positif dapat meyakinkan Federal Reserve (Fed) untuk menerapkan kenaikan suku bunga tambahan tahun ini, yang menguntungkan dolar AS dan memberikan kenaikan USDCAD.

Sejalan dengan harapan The Fed dalam upaya mengendalikan inflasi dengan pasar tenaga kerja yang stabil dan kondisi ekonomi AS yang melambat, data Nonfarm Payroll akan menjadi salah satu acuan bank sentral dalam mengambil sikap selanjutnya, akankah menaikkan suku bunga pada bulan September atau masih menahannya.

Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS akan diawasi dengan ketat dan diperkirakan akan memicu volatilitas di pasar FX. Namun, angka optimis mungkin meyakinkan Federal Reserve (Fed) untuk mengambil sikap yang lebih agresif, yang menguntungkan dolar AS dan menjadi hambatan bagi pasangan USDCHF.

USDJPY kembali menguat setelah mengawali perdagangan sesi Kamis (03/08/2023) di Asia dengan melemah ringan sekitar level 143.20 setelah otoritas Jepang mengintervensi yen pada Kamis pagi. Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, mensinyalir batas toleransi yang lebih luas untuk Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) 10 tahun dari 0.5% menjadi 1.0%. Langkah ini mendorong yield JGB

AUDUSD turun tajam untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Kamis pagi (03/08/2023), menembus level support penting dan level psikologis di 0,6600. Aussie terus dipengaruhi oleh tanda-tanda lemah dari ekonomi, yang berkontribusi pada penahan suku bunga Reserve Bank of Australia

Sentimen pasar yang berhati-hati menjelang Rapat Kebijakan Moneter BoE, yang akan dirilis pada Kamis ini, menjadi tantangan bagi para pelaku pasar, meskipun bank sentral Inggris kemungkinan akan mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Terlepas dari langkah Bank of Japan (BoJ) minggu lalu untuk men-tweak kebijakan Yield Curve Control (YCC), prospek dovish terus melemahkan Yen Jepang (JPY).

Aussie kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (31/07/2023), menyusul data AS pekan lalu yang positif, meski mendapatkan momentum dari rencana stimulus di China. Para pelaku pasar menantikan Keputusan Suku Bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada Selasa besok.

Euro terus menghadapi tekanan signifikan dan melemah terhadap Dolar AS, membawa EURUSD turun ke level yang tidak terlihat dalam tiga minggu terakhir, di dekat 1,0940.

Pertumbuhan Penjualan Ritel Riil tahunan Swiss tumbuh menjadi 1,8% di bulan Juni dibandingkan dengan kontraksi sebelumnya sebesar 0,9%. Data ini mendukung pandangan hawkish Swiss National Bank (SNB) sehingga mendapatkan kepercayaan pasar.

Saat kenaikan suku bunga AS yang agresif tampaknya akan segera berakhir, bank sentral Jepang justru menghadapi keputusan sulitnya sendiri minggu ini, mengenai perlu atau tidaknya bank sentral mengambil langkah lain untuk menghapus program pengendalian imbal hasil yang kontroversial.
FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.
Permintaan Anda diterima.
Manajer kami akan menghubungi Anda
Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah
Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat
Internal error. Silahkan coba lagi
Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!