
Inflasi zona euro mencapai rekor baru, melampaui ekspektasi dan semakin memoerkuat desakan bagi bank sentral eropa untuk kenaikan suku bunga agresif seperti yang dilakukan oleh bank sentral di seluruh dunia…

Inflasi zona euro mencapai rekor baru, melampaui ekspektasi dan semakin memoerkuat desakan bagi bank sentral eropa untuk kenaikan suku bunga agresif seperti yang dilakukan oleh bank sentral di seluruh dunia…

Powell menginginkan soft landing untuk inflasi, seperti yang dilakukan Greenspan pada tahun 1994. Tapi sepertinya dia akan mendapatkan hard landing.

Pandemi terus mengganggu aktivitas ekonomi di Tiongkok, perang di Ukraina memukul seluruh ekonomi Eropa, dan upaya kontrol inflasi Federal Reserve mengancam akan memicu resesi.

Inflasi Jepang akan mencapai 2% pada pembacaan April, untuk pertama kalinya sejak 2015. Tapi bagaimana dengan Yen yang lebih lemah?!

Inflasi tidak datang entah dari mana. Selalu ada alasan untuk terjadinya inflasi. Apalagi itu sering terjadi karena kesalahan dan bias manusia.

Pada 4 Mei, Federal Reserve AS mengungkapkan tingkat suku bunga untuk dua bulan ke depan. Meskipun kenaikan 50 basis poin telah diperkirakan, prospek masa depan tidak begitu jelas.

Ya, harga minyak sedang tinggi saat ini, dan akibatnya, inflasi di seluruh dunia semakin panas. Namun, momentum bullish minyak berada dalam bahaya.

Setiap kali inflasi melebihi 4% dan pengangguran turun di bawah 5%, ekonomi AS memasuki resesi selama dua tahun.

Era pengetatan uang COVID-19 sudah berakhir. Siapa yang takut dengan siklus pengetatan The Fed? Tentunya bukan para investor pasar saham.

Terlepas dari tekanan inflasi, semua faktor lain berperan sebagai peningkat nilai emas setelah mencapai $2.000 pada Agustus 2020. Namun inflasi seiring dengan melambatnya perekonomian global menjadi faktor yang membuat emas bersinar lebih cerah.
Minggu ini akan menjadi minggu yang luar biasa bagi para trader energi, logam, dan mata uang!

Pasar minyak berada di bawah tekanan besar di tengah meningkatnya permintaan dan turunnya pasokan. OPEC+ tidak mampu atau tidak berniat mencapai target produksi yang mereka tetapkan dan bersikeras untuk membatasi peningkatan produksi sebesar 400.000 barel per hari meskipun ada kenaikan harga.
FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.
Permintaan Anda diterima.
Manajer kami akan menghubungi Anda
Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah
Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat
Internal error. Silahkan coba lagi
Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!